BUKU AJAR SILVIKULTUR

Authors

Baharuddin Nurkin
Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Keywords:

Silvikultur, Silvikultur hutan alam, fomasi-formasi hutan, pengukuran dasar dalam silvikultur, permudaan buatan dan penjarangan, sistem silvikultur dan bentuk-bentuk penerapannya

Synopsis

Buku ajar ini ditulis untuk menjadi pegangan bagi instruktur atau dosen dalam mata kuliah Silvikultur yang melaksanakan perkuliahan bagi para mahasiswa yang mengambil Program Studi Kehutanan. Buku ini keseluruhannya terdiri dari 17 bab.  Bab I merupakan pendahuluan tentang silvikultur sebagai ilmu terapan. Sebagai bab pendahuluan,  bab I ini menyajikan pengertian, ruang lingkup, kedudukan silvikultur dalam ilmu kehutanan dan tujuan silvikultur. Bab 2 sampai bab 15 menguraikan topik-topik pembahasan yang berdasarkan tema-tema materinya keseluruhannya  dapat dikelompokkan ke dalam materi-materi hutan dan lingkungannya beserta fomasi-formasi hutan, pengukuran dasar dalam silvikultur, permudaan buatan dan penjarangan, sistem-sistem silvikultur dan bentuk-bentuk penerapannya, dan agroforestry. Dua bab terakhir yaitu bab 16 dan bab 17 menyajikan silvikultur terkait dengan permasalahan global yaitu silvikultur untuk karbon dan silvikultur untuk pengelolaaan habitat satwa liar.

Setiap bab dari buku ini merupakan satu materi pembelajaran mata kuliah.  Isi dari setiap bab terdiri arahan pengajaran mencakup capaian pembelajaran mata kuliah , sub capaian pembelajaran mata kuliah, skenario dan materi pembelajaran, serta penugasan. Capaian pembelajaran mata kuliah merupakan target yang direncanakan untuk dicapai oleh para mahasiswa dari setiap topik materi pembelajaran melalui penyajian perkuliahan. Setiap capaian pembelajaran dirinci lagi atas dua sub capaian pembelajaran sebagai cakupan dan penjelasan dari capaian pembelajaran.  Berdasarkan capaian pembelajaran yang ditetapkan, dosen kemudian melakukan upaya untuk mencari cara pembelajaran yang perlu diikuti agar  pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, lancar dan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Cara penyajian pembelajaran tersebut diuraikan dalam skenario pembelajaran. Skenario pembelajaran memuat uraian cara perkuliahan yang dimulai dengan penyampaian ruang lingkup, urut-urutan uraian, diteruskan dengan pembahasan materi, dan pemberian kesempatan kepada mahasiswa secara individu untuk memberikan pertanyaan atau masukan. Dalam skenario pembelajaran juga dikemukakan bahwa pada setiap akhir pertemuan agar instruktrur merangkum materi kuliah dengan memberikan esensi dari materi pembelajaran dan keterhubungannya dengan keseluruhan materi bahasan yang akan dibahas pada pertemuan-pertemuan berikut atau sebelumnya. Penyajian materi dapat menggunakan alat bantu berupa LCD projector dengan prsentasi slide berupa teks dalam bentuk power point,  gambar-gambar dan foto-foto.

Pada bagian penugasan, instruktur dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan diskusi kelompok sebagai pendalaman satu materi pembelajaran yang disajikan oleh instruktur. Kemudian mahasiswa diberikan  kesempatan untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi.

Penugasan lainnya yang dapat dilakukkan adalah tugas membuat makalah singkat dari hasil pencarian materi tambahan dari berbagai sumber literatur yang tersedia di perpustakaan dan atau menggunakan internet.  Isi makalah dapat berupa ulasan yang lebih mendalam dari bab atau sub bab materi yang terdapat dalam buku ini. Dapat juga menyangkut contoh aplikasi atau penerapan dari materi bahasan teknik atau perlakuan silvikultur pada suatu lokasi tertentu.

Test formatif yang dicantumkan dalam penugasan menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut materi pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaaan ini dapat dikembangkan lebih detail atau ditambah oleh instruktur sebagai materi untuk pelaksanaan ujian tulis atau ujian lisan. Pada bagian akhir dari setiap bab dicantumkan juga Daftar Pustaka yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk tugas bacaan dan pendalaman materi kepada mahasiswa.

References

Appanah, S. 1998. Management of natural forests. In Dipterocarps: Taxonomy, ecology, and silviculture, Appanah, S and J.M. Turnbull, Eds. V. Bogor, Indonesia : Center for International Forestry Research. p.p 133-149.

Ashton, M.S. and J.S. Hall. 2011. The ecology, and use of tropical wet forests with special emphasis on timber rich types. In Silviculture in the tropic, S. Gunter, M.Weber, B. Stimm, and B. Mosandl, Eds. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag. p.p 145-192.

Bagian Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB. 1970. Penjarangan. Bogor : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Binkley, D., and R.F. Fisher. 2019. Ecology and management of forest soils. 5th ed. New York: John Wiley and Sons.

Birdsey, R.A., R. Alig, and D. Adams. 2000. Mitigation activities in the forest sector to reduce emissions and enhance sinks of green house gases. In The impact of climate change on America’s forests, Joyce, L.A., and R. Birdsey (eds.). Fort Collins, CO: RMRS GTR-59. USDA Forest Service, Rocky Mountain Research Station.

Chasek, P.S., D.L. Downie, and J.W. Brown. 2017. Global enivironmental politics, 7th ed. Boulder, Colorado: Westview Press.

Daniel, T.W., J.A. Helms, and F.S. Baker. 1979. Principle of silviculture, 2nd ed. New York: McGraw-Hill.

Del Cid-Licardi, C., T.Cramer, M.S.Ashton, and B. Griscom. 2012. Managing carbon sequestration in tropical forests in Managing forest carbon in changing climate, M.S. Ashton et al., Eds.,. DOI 10.1007/978-94-007-2232-3_9, Springer Science+Business Media B.V. 2012

Elias, G.Applegate, K. Kartawinata, Machfudh, and A. Klassen. 2001. Reduced impact logging guidelines for Indonesia. Center for International Forestry Research, Jakarta 10065.

Evans, J, and J.W.Turnbull. 2004. Plantation forestry in the tropics, 3rd ed. Oxford: Oxford University Press.

Evans, J. 1992. Plantation forestry in the tropics, 2nd ed. New York: Oxford University Press.

Ferguson, J.H.A. 1955. Tabel tegakan untuk Pinus merkusii. Pengumuman Istimewa Balai Penyelidikan Kehutanan Nomor 9. Bogor; Balai Penyelidikan Kehutanan,.

Fernandes, E.C.M. ; A. Oktingati and J. Maghembe. 1984. The Chagga homegardens: a multistoried agroforestry cropping systems on Mt.Kilimanjaro (Northern Tanzania). Contr. No. 2 on Agrof. System Descriptions under ICRAF‘s AF System System Project. Dordrecht: Martinus Nijhoff/Dr W. Junk Publishers,.

Fritts, R. 2018. Tropical deforestation is the third biggest carbon emitters in the world. http://psmag.com/environment/tropical-deforestation-leads-to-morecarbon-emissions. 22 Desember 2019

Gunter, S. 2011. Introduction to Silviculture in the Tropics. In Silviculture in the tropic, S. Gunter, M.Weber, B. Stimm, and B. Mosandl, Eds. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag. p.p 3-10.

Hocker Jr, H.W. 1979. Introduction to forest biology. New York : John Wiley & Sons,.

Husch, B., T.W. Beers, J.A. Kreshaw, Jr. 2003. Forest mensuration, 4th ed. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons.

Husch, B., T.W. Beers, J.A. Kreshaw, Jr. 2003. Forest mensuration, 4th ed. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons.

International Society of Tropical Foresters 2002. “Vergara Review Agroforestry” ISTF News 23 (3): 1-6.

Kartawinata, K; S. Adisoemarto; S. Soemodihardjo; dan I.G.M. Tantra.1979. Status pengetahuan hutan bakau di Indonesia. Dalam Prosiding seminar ekosistem hutan mangrove 1978, S. Soemodihardjo, A. Nontji; dan A. Djamali, Eds. Jakarta:

Kartawinata, K; S. Adisoemarto; S. Soemodihardjo; dan I.G.M. Tantra. 1979. Status pengetahuan hutan bakau di Indonesia, Dalam Prosiding seminar ekosistem hutan mangrove 1978, Soemodihardjo, S; A. Nontji; dan A. Djamali, Eds. Jakarta: LON – LIPI.

Koo, G.I., Soepono, dan S. Sudibja. 1956. Laporan singkat turni ke hutan Bengkalis dan Riau. Rimba Indonesia 5: 513 -524.

Loekito, dan Hardjono. 1966. Sendi-sendi silvikultur . Manokwari: Lembaga Penelitian Pertanian Manokwari. LON – LIPI.

McComb, B.C. 2016. Wildlife habitat management: concepts and applications in forestry. Boca Raton, Florida: CRC Press.

Nair, P.K.R.1993. An introduction to agroforestry. Dordrecht: Kluwer.

National Research Council. 1981. Sowing forests from the air. Washington. D.C.: National Academy Press.

Nurkin, B. 1989. Soil factors related to teak plantation site quality in the Madiun forest region of Eastern Java, Indonesia. Ph.D dissertation. Moscow, Idaho: College of Graduate Studies, University of Idaho.

Nurkin, B. 1998. Karakteristik vegetasi dan sifat-sifat tanah pada lahan ladang berpindah di Kawasan Hutan Bengo-bengo, Maros. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan 18(1): 9-23.

Nwoboshi, L.C. 1982. Tropical silviculture: principle and techniques. Ibadan, Nigeria: Ibadan University Press.

Nwoboshi, L.C. 1982. Tropical silviculture: principle and techniques. Ibadan, Nigeria: Ibadan University Press.

Odum, E. P. and G. W. Barrett. 2005. Fundamentals of ecology, 5th ed. Belmont, CA: Brooks/Cole.

Oldeman, L.B. and D.Syarifuddin. 1977. An Agroclimatic map of Sulawesi. Bogor: Contr.Centr. Res. Inst. Agric. 30 pp.

Pritchett, W.L and R.F. Fisher. 1987. Properties and management of forest soils, 2nd ed. New York : John Wiley & Sons.

Pritchett, W.L and R.F. Fisher. 1987. Properties and management of forest soils. 2nd ed. New York: John Wiley & Sons.

Puettmann, K.J., K.D. Coates, and C.Messier.2009. A critique of silviculture: managing for complexity. Washington: Island Press.

SAF (Society of American Foresters). 2003. Forest facts://www.safnet. org/about/facts. Hotm.

Schlesinger, W.H. 1997. Biogeochemistry: an analysis of global change. San Diego: Academic Press, Inc.

Schmidt, F.H. and J.H.A Ferguson.1951. Rainfal types based on wet and dry period ratios for Indonesia with western New Guinea. Djakarta: Verh. Djawatan Met. and Geofisik.

Sewandono, R. 1956. Southeast Asia, In A world geography of forest resources, S. H. Guest, J.K. Wright, and E. M. Teclaff, Eds. New York: The Ronald Press Company, p:491-517

Smith, D.M. ; B.C. Larson; M.J. Kelty, and P.M.S. Ashton. 1997. The practice of silviculture : Applied forest ecology, 9th ed. New York : John Wiley and Sons, Inc.

Smith, D.M. ; B.C. Larson; M.J. Kelty, and P.M.S. Ashton. 1997. The practice of silviculture : Applied forest ecology, 9th ed. New York : John Wiley and Sons, Inc.

Smith, D.M. ; B.C. Larson; M.J. Kelty, and P.M.S. Ashton. 1997. The practice of silviculture : Applied forest ecology, 9th ed. New York : John Wiley and Sons, Inc.

Smith, D.M.; B.C. Larson; M.J. Kelty, and P.M.S. Ashton. 1997. The practice of silviculture : Applied forest ecology, 9th ed. New York : John Wiley and Sons, Inc.

Soerianegara, I dan A. Indrawan.1975. Ekologi Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Soerianegara, I. 1995. Aspek ekologi dalam pengelolaan hutan alam produksi lestari. Dalam Proceeding Symposium Penerapan ekolabel di hutan produksi. E. Suhendang, H.Haeruman, dan I. Soerianegara, Eds. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Turner, I.M. 2004. The ecology of tropical trees in the tropical rain forest. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press.

Whitmore, T.C. 1984. Tropical rain forests of the far east, 2nd ed. Oxford: Clarendon Press.

Whitten, A.J.; M.Mustafa; and G.S. Henderson. 1987. The ecology of Sulawesi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press,.

Wyatt-Smith, J. 1963. Manual of Malayan Silviculture for Inland Forests. Vol I & II Mal. For. Record No.23

Published

27 November 2019

Categories

Details about this monograph

doi

10.24259/forpress.7.3